Minggu, 22 April 2018

Rindu Ku Mengalahkan Sebuah Kekecewaan


Semenjak pertama kali mengimjakan kaki di Sekolah ini. Aku langsug merasakan ada magnet  yang  menarik ku untuk tetap berada disani. Setelah 8 bulan berjalan aku mengabdikan diri untuk sebuah janji ku pada Negeri, ada banyak hal yang aku dapatkan disini, sebuah kekeluargaan yang amat sangat kental terasa.  Semua yang telah aku alami membuat aku tersadar bahwa tak selamanya darah itu lebih kental dari darah.
Dari awal aku bertekad untuk memulai merubah semuanya dari cara pandang siswa aku terhadap hidup. Kemudian mengajarkan mereka tenteang artinya sebuah kebersamaan, mungkin ada cara aku yang kurang dimengerti, aku paham akan hal itu, karena untuk memulai hal yang besar selalu punya tantangan yang besar pula. Dari awal tekad aku tidak pernah pudar sedikitpun, meski banyak yang mencoba membuatku untuk berhenti. Namun yang aku yakini adalah semua  akan membaik seiring berjalanny waktu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak kekecewaan yang aku dapati dalam setiap langkah ku. Penolakan secara sepihak oleh segelintir orang, kata-kata yang seolah apa yang aku lakukan saat ini adalah sia-sia, yang paling menyakitkan itu ketika (12 April 2018) siswa yang aku perjuangkan dan aku banggakan selama ini mengabaikan apa yang telah disepakati. Disana aku mulai merenungi dan kemudian tersadar bahwa tugas aku sudah usai dalam mendidik mereka, yang ditandai dengan Berakhirnya Ujian Nasional dan mereka mencoret semua lambang sekolah yang ada pada seragam mereka. Dengan senyum bahagia aku antarkan mereka, meski ada air mata terluka seraya berkata “tugas aku telah usai, dan mereka kini telah dewasa”
Teruntuk siswa-siswa ku, apapun yang terjadi diakhir kebersaan kita. Harapan nya hanya satu RAIHLAH APA YANG SELAMA INI KALIAN INGINKAN.

Untuk Kalian,,,
Yang merasa bahwa aku baik-baik saja tanpa kalian

Kalian tau,,,???
Dibalik diriku yang kecewa
Ada segelintir doa yang aku titipkan sebelum tidur
Agar kita bisa dipertemukan lagi walau hanya sekedar menyapa

Dibalik setiap sajak sendu yang aku tuliskan disini
Ada diriku yang selalu melawan perihnya rasa disetiap kata
Yang menemani jari-jemari menari di atas pena

Dibalik hinanya aku dihadapan kalian
Ada diriku yang tak pernah memandang negatif sedikitpu  kearah kalian

Dibalik caci maki yang kalian lontarkan kepada ku
Ada diriku yang berdiri bermimpi bahwa kalian mendukung ku

Dibelakang semua nasehat yang kalian tanyakan padaku
Ada aku yang tak pernah bisa menasehati diriku sendiri
Agar aku bisa berhenti peduli

Dibalik setiap goresan tinta yang aku tulisi
Ada hal tentang kalian terselip pada beberapa kalimat sendu

Dan, dibalik semua rinduku
Ada aku yang menangis meminta kita yang dulu