Sabtu, 02 April 2016
Keluh kesah untuk berkaca
Selasa, 22 Maret 2016
Berjuang
Selasa, 01 Maret 2016
Kekuatan Lagu Bidadari Surga
Setiap manusia punya rasa cinta,yang mesti dijaga kesuciaanyanamun ada kala insan tak berdaya,saat dusta mampir bertahta
tak terasa hati berkecamuk ntah bagaimana cara aku menjelaskannya. merinding yang tak terkira hingga tak terasa sepanjang garis bujur mata dan bibir sudah basah dengan air mata. otak sakan tak sejalan lagi. pikiran sudah jauh memandang kebelakang ke masa yang tak pernah ingin aku ingat lagi. gambaran dimasa yang penuh dengan nista oleh dunia selah tergambar jelas dibenak ku pagi ini. telingapun seolah mendengar sedikit bisikan "ayo kita perbaiki, belum terlambat kok untuk memulai yang baru."
hati mulai tak lagi tenang duduk dibelakang kemudi. sesegera mungkin aku mencari rumah yang selama ini telah lamu aku tinggal, ya itu MESJID. mencoba tenang mecari tempat untuk wudu' dan perlahan melangkah kedalam rumah ini dengan hati bergetar hebat dan air mata mengalir semakin deras. mulai mengatur nafas untuk mulai bersujud kepada-NYa, hingga salam terakhir seluruh wajah basah dengan air mata.
dalam hati ku berdoa"Ya Allah,jika ini cara mu untuk merangkul ku tolong ajarkan kembali aku cara untuk mengingat Mu,jika ini pertanda azab mu akan nyata, hamba mohon kuatkan lah hamba untuk menerimanya"
tak ada lagi kata yang mampu ku ucapkan lagi. semuanya aku akhiri dengan derai tangis, tak peduli berapa pasang mata metap heran., aku tak peduli yang jelas aku ingin terlahir dengan menata jiwa yang baru.
Selasa, 01 Maret 2016saya percaya bahwa ini cara Allah menemukan kembali aku dengan jalan-NYa
Minggu, 28 Februari 2016
Saudaraku
Kamis, 25 Februari 2016
bagia dengan rasa
agar semakin tumbuh laksana bunga
yang indah tanpa fatamorgana
kalau ditanya bahagia
ya, aku bahagia jauh sebelum kalian bertanya
rasa ini telah ditanamkan dalam jiwa
dengan sejuta cara untuk memendamnya
tak butuh banyak cinta
tak juga dengan tawa layaknya yang kalian impikan
hanya dengan punya rasa yang berbeda
dan ceritapun tak sama
mungkin aku naif
dengan tegas dan lantang
sambil teriak AKU BAHAGIA
Jumat, 05 Februari 2016
Entah Apa Yang Terjadi
dimana hari ini sangat menguras emosi, antara membiarkan atau menerima keadaan. tapi jauh dari lubuk hati aku tak sanggup melihat air mata dipipinya.
pada hari ini juga kejadian yang mengguncangg jiwa dan batin, dimana ada salah satu dari mereka kehilangan Hp di kost ku. apapun yang terjadi mungkin ini semua salah ku membiarkan mereka bebas untk berlalu lalalng dalam ruangan sempit ber ukuran 3x4 meter ini.
ditambah lagi suara sumbanga yang mulai menghiasi telinga-telinga mereka, yang membuat hati cukup tergoncang.
belum selesai masalah Hp yang hilang. tanggal 06 Februari 2016 dini hari dapat pesn dari sahabat yang sudah seperti saudara "Bang ada dompet tinggal gak d kost abang?"
sambil membaca pesan tak terassa ada aliran darah yang mengalir ke sendi-sendi tubuh.
kok gini amat ya?
apapun kejadian akhir-akhir ini akan jadi pelajaran yang sangat berha
Selasa, 26 Januari 2016
Foto Di Atas Api
Aroma kayu manis yang tak asing lagi begitu aku mulai menyibak kayu bakar ini ke tengah kobaran api yang menyala. tak begitu jauh dari titik api aa secangkir teh yang masih hangat, terlihat dari asap yang mengepul dari ujung gelasnya.
hhmm, dia disitu rupanya, mungkin sedang ke belakang mengambil kayu bakar
pandangan ku tertuju pada secarik kertas di samping gelas putih itu
manis sekali!
ternyata dia masih menyimpan foto liburan kami di sungai waktu itu.
aku kaget tiba-tiba terdengar hentakan kaki dari arah belakang, tak sengaja aku menyenggol kertas bergambar, hingga melayang ketitik teang yang hangat dan perlahan terbakar.
"Dong, Itu kah engkau?
katanya sambil melirik abu dari kertar bergambar yang tak sengaja aku senggol.
Hening.
"aku rindu kamu" bisiknya sambil memeluk erat pinggang ku.
"Akupun merindukan mu. Cinta,!"
Kata mereka aku kehilangan arah, Nakal, Liar
"Apakah aku kehilangan arah?"
Di mata mereka, mungkin aku hanyalah jiwa muda.
Yang tak gemar berdiam di kala malam.
Haus akan hiburan.
Hambur akan uang.
Ya, aku memang senang.
Bersembunyi di balik setir.
Menghabiskan malam.
Memandang jalan.
Menikmati kosmopolitan.
Menantang gemerlap ibukota.
Kata mereka, aku ini nakal.
Ya terang saja, mereka hanya mengintip keseharianku.
Yang hanya,
Gemar berdansa musik keras.
Gemar memabukkan diri.
Gemar menghisap putung rokok.
Gemar pulang di kala matahari terbit.
Kata mereka, aku ini liar.
Tapi memang, menjadi liar itu asyik dan menegangkan.
Merasa risih ketika harus bergegas pulang.
Padahal malam masih panjang.
Aku bukanlah liar.
Aku adalah pengembara.
Yang menolak rasa takut.
Namun diiringi ketidakstabilan dan penerimaan.
Mungkin,
Kadang aku membangkang.
Kadang aku melantang.
Kadang aku diam bertameng.
Kadang aku pandai merangkai bual.
Namun, dari semua rangkaian itu.
Kau, ayah dan ibu, kau seorang penetap.
Yang merangkul semua nelangsaku atas ranah kehidupan.
Nelangsaku selalu saja kutumpahkan padamu.
Aku sadar dan waspada.
Aku mengetahui.
Kau selalu berada mengawasiku.
Kau selalu mengingatkanku.
Kau selalu memberikan makna hidup kembali.
Kau selalu membuat aku kembali bersua dengan kebahagiaan.
Di saat aku tersedak kehidupan.
Maafkan aku telah berlaku demikian.
Maaf juga telah kecewakan.
Terima kasih atas penerimaan yang tulus.
Aku mencintai kalian hari ini,
Aku mencintai kalian kemudian.
Selalu.
Sabtu, 16 Januari 2016
Cinta itu nyata
mungkin langit itu jauh
tapi tak akan terasa berjarak jika engkau tersenyum menatap ku
langkah ini tertatih
dengan tawa mu semua berlalu begitu saja
jiwa ini rapuh
hanya engkau lah pelengkap raga ku
saat engkau menatap
aku tau itu cinta
meski hanya aku yang merasakannya
tak perlu aku gambarkan rasa itu
karena semua tau itu tak ada
cakrawala menerka
dengan semua tanya yang entah berujung kemana
yakinlah aku akan selalu ada
dengan segala yang aku punya
menanti saat itu tiba
saat dimana engkau akan merasakannya
batapa cinta ini nyata


