Sabtu, 02 April 2016

Keluh kesah untuk berkaca

Mungkin Allah masih sayang, masih mencintai ku, dengan kembali menguji keikhlasan disetiap helaan nafas yg teraisa. Aku tak peduli ini berat, masih bisa bernafas saja sudah bentuk sayangnya yg maha kuasa.

Ujian ini mungkin sulit, tapi aku yakin semua akan indah, ini juga mengjarkan arti perjuangan sesungguhnya, tak peduli seberapa jauh orang terdekat pergi, seberapa keping emas yg telah hilang, hingga kuciran keringat menetes untuk menang, semuanya tetap harus dilalui hingga saatnya semua digantikan dg senyuman bahagia yg sesungguhnya.

Berbicara tentang bahagia, tak ada satupun rintangan tadi membuat bahagiaku memudar.
Ketika Allah menjauhakan orang yang aku sayang mungkin Allah ingin aku sadar bahwa Allah lebih menyayangi ku.
Ketika Allah mengambil kepingan emas, aku yakin Allah ingin menyadatkan ku bahwa harta bukan apa2 untuk sekedar bahagia.
Yang saya tahu bahwa setiap tetes keringat ini akan digantikan kelak. 

Selasa, 22 Maret 2016

Berjuang

semua orang pernah berjuang, tak ada satupun manusia yag tak pernah berjuang, hanya saja bagaimana cara mereka memaknai pelajaran dari sebuah perjuangan, menghargai dari setiap proses berjuang atau hanya jadi penikmat hasil belaka.

ada banyak manusia yang mengangkat bendera putih saat berjuang, nanum bukan sedikit pula mereka yang memeras keringat menjalani sebuah perjuangan, dan percaya akan ada takdir indah setelah perjuangan berakhir, satu hal yang perlu digaris bawahi, bagi para pejuang hakiki hasil adalah sebuah bonus dari cucuran keringat.

bagi saya sendiri, perjuangan yang sesungguhnya ketika kita menikmati setiap langkah kaki, ayunan tagan dan kadang tak sinkronnya hati dan kepala, itu adalah perjuangan yang dimaknai dengan jiwa tanpa ada rasa seolah akan melambaikan tangan kekamera "kata anak alay sih gitu". 

halangan dan rintangan daam berjuang pasti ada, tak akan pernah sama halangan dan rintangan bahkan sama-sama memperjuangkan hal yang sama, pasti setiap orang punya cerita yang berbeda, cara yang berbeda pula, namanya juga beda rasa dan jiwa, ya tentu akan berbeda pula halangan dan rintangannya.

ahh sudah lahh.
intinya sekarang saya sedang berjuang, tak peduli apa kata mereka, yang saya yakini bahwa akan ada akhir yang indah, sama seperti pepatah lama "akan ada pelangi setelah badai".

doanya,
"bagi yang sedang berjuang semoga pundak kita dikuatkan untuk menopang semua bebean yang sedang kita angkat dan dibayar indah oleh sang kuasa"

Selasa, 01 Maret 2016

Kekuatan Lagu Bidadari Surga

waktu dijalan tak sengaja lewat depan mini market yang banyak penjual VCD player. dari kejauhan terdengar sepenggal lirik lagu
Setiap manusia punya rasa cinta,yang mesti dijaga kesuciaanyanamun ada kala insan tak berdaya,saat dusta mampir bertahta

Kuinginkan dia,yang punya setia.Yang mampu menjaga kemurniaanya.Saat ku tak ada,ku jauh darinya,amanah pun jadi penjaganya
tak terasa hati berkecamuk ntah bagaimana cara aku menjelaskannya. merinding yang tak terkira hingga tak terasa sepanjang garis bujur mata dan bibir sudah basah dengan air mata. otak sakan tak sejalan lagi. pikiran sudah jauh memandang kebelakang ke masa yang tak pernah ingin aku ingat lagi. gambaran dimasa yang penuh dengan nista oleh dunia selah tergambar jelas dibenak ku pagi ini. telingapun seolah mendengar sedikit bisikan "ayo kita perbaiki, belum terlambat kok untuk memulai yang baru."
hati mulai tak lagi tenang duduk dibelakang kemudi. sesegera mungkin aku mencari rumah yang selama ini telah lamu aku tinggal, ya itu MESJID. mencoba tenang mecari tempat untuk wudu' dan perlahan melangkah kedalam rumah ini dengan hati bergetar hebat dan air mata mengalir semakin deras. mulai mengatur nafas untuk mulai bersujud kepada-NYa, hingga salam terakhir seluruh wajah basah dengan air mata.
dalam hati ku berdoa"Ya Allah,jika ini cara mu untuk merangkul ku tolong ajarkan kembali aku cara untuk mengingat Mu,jika ini pertanda azab mu akan nyata, hamba mohon kuatkan lah hamba untuk menerimanya"
tak ada lagi kata yang mampu ku ucapkan lagi. semuanya aku akhiri dengan derai tangis, tak peduli berapa pasang mata metap heran., aku tak peduli yang jelas aku ingin terlahir dengan menata jiwa yang baru.
Selasa, 01 Maret 2016saya percaya bahwa ini cara Allah menemukan kembali aku dengan jalan-NYa




Minggu, 28 Februari 2016

Saudaraku




ku susuri jalan ini 
demi sebuah persahabatan sejati
kau tetap sahabat, kau lah teman 
bahkan lebih dari saudara 

meski ersengketa, tanpa bicara dan tutur kata
kita semua tetap saudara
tak ada yang akan menjadi lawan

tak mengukur dari harta
keakraban kita harus terjaga
kita hadapi bersama

elaklah permusuhan 
kita harus tetap bersama
untuk jadi lebih erat dan kuat
dan selalu bermufakat
biarpun susah dan gelisah 

subuh ini 
aku bermunajat payang sang empunya dunia
agar kegembiraan selalu dalam persaudaraan kita
dan akan terus kekal bersama

demi sebuah ikatan persaudaraan
dan juga pertemuan
biarpun dalam kesibukan
kita tetap harus bersama dalam jiwa

tetap bersama
tertawa bersama

saudara ku
aku rindu kalian semua
keceriaan itu menjadi lambang 
semangat dan kekuatan antara kita

jujur dengan air mata aku sampaikan
yang disaksikan malaikat subuh ini
aku rindu kalian saudara ku

Kamis, 25 Februari 2016

bagia dengan rasa

entah bagaimana caranyamemupuk rasa bahagia yang kini telah ada
agar semakin tumbuh laksana bunga
yang indah tanpa fatamorgana

kalau ditanya bahagia
ya, aku bahagia jauh sebelum kalian bertanya
rasa ini telah ditanamkan dalam jiwa
dengan sejuta cara untuk memendamnya

tak butuh banyak cinta
tak juga dengan tawa layaknya yang kalian impikan
hanya dengan punya rasa yang berbeda
dan ceritapun tak sama

mungkin aku naif
dengan tegas dan lantang
sambil teriak AKU BAHAGIA




Jumat, 05 Februari 2016

Entah Apa Yang Terjadi

Rabu, 04 Februari 2016
dimana hari ini sangat menguras emosi, antara membiarkan atau menerima keadaan. tapi jauh dari lubuk hati aku tak sanggup melihat air mata dipipinya.
pada hari ini juga kejadian yang mengguncangg jiwa dan batin, dimana ada salah satu dari mereka kehilangan Hp di kost ku. apapun yang terjadi mungkin ini semua salah ku membiarkan mereka bebas untk berlalu lalalng dalam ruangan sempit ber ukuran 3x4 meter ini.
ditambah lagi suara sumbanga yang mulai menghiasi telinga-telinga mereka, yang membuat hati cukup tergoncang.

belum selesai masalah Hp yang hilang. tanggal 06 Februari 2016 dini hari dapat pesn dari sahabat yang sudah seperti saudara "Bang ada dompet tinggal gak d kost abang?"
sambil membaca pesan tak terassa ada aliran darah yang mengalir ke sendi-sendi tubuh.

kok gini amat ya?
apapun kejadian akhir-akhir ini akan jadi pelajaran yang sangat berha

Selasa, 26 Januari 2016

Foto Di Atas Api

Tak sengaja aku menyenggol foto di atas perapian. 'Kau kah itu kekasih ku?

Aroma kayu manis yang tak asing lagi begitu aku mulai menyibak kayu bakar ini ke tengah kobaran api yang menyala. tak begitu jauh dari titik api aa secangkir teh yang masih hangat, terlihat dari asap yang mengepul dari ujung gelasnya.

hhmm, dia disitu rupanya, mungkin sedang ke  belakang mengambil kayu bakar 

pandangan ku tertuju pada secarik kertas di samping gelas putih itu

manis sekali!

ternyata dia masih menyimpan foto liburan kami di sungai waktu itu.

aku kaget tiba-tiba terdengar hentakan kaki dari arah belakang, tak sengaja aku menyenggol kertas bergambar, hingga melayang ketitik teang yang hangat dan perlahan terbakar.

"Dong, Itu kah engkau?
katanya sambil melirik abu dari kertar bergambar yang tak sengaja aku senggol.

Hening.

"aku rindu kamu" bisiknya sambil memeluk erat pinggang ku.

"Akupun merindukan mu. Cinta,!"


Kata mereka aku kehilangan arah, Nakal, Liar

"Apakah aku kehilangan arah?"

Di mata mereka, mungkin aku hanyalah jiwa muda.
Yang tak gemar berdiam di kala malam.
Haus akan hiburan.
Hambur akan uang.
Ya, aku memang senang.
Bersembunyi di balik setir.
Menghabiskan malam.
Memandang jalan.
Menikmati kosmopolitan.
Menantang gemerlap ibukota.

Kata mereka, aku ini nakal.
Ya terang saja, mereka hanya mengintip keseharianku.
Yang hanya,
Gemar berdansa musik keras.
Gemar memabukkan diri.
Gemar menghisap putung rokok.
Gemar pulang di kala matahari terbit.
Kata mereka, aku ini liar.
Tapi memang, menjadi liar itu asyik dan menegangkan.
Merasa risih ketika harus bergegas pulang.
Padahal malam masih panjang.

Aku bukanlah liar.
Aku adalah pengembara.
Yang menolak rasa takut.
Namun diiringi ketidakstabilan dan penerimaan.
Mungkin,
Kadang aku membangkang.
Kadang aku melantang.
Kadang aku diam bertameng.
Kadang aku pandai merangkai bual.

Namun, dari semua rangkaian itu.
Kau, ayah dan ibu, kau seorang penetap.
Yang merangkul semua nelangsaku atas ranah kehidupan.
Nelangsaku selalu saja kutumpahkan padamu.
Aku sadar dan waspada.
Aku mengetahui.
Kau selalu berada mengawasiku.
Kau selalu mengingatkanku.
Kau selalu memberikan makna hidup kembali.
Kau selalu membuat aku kembali bersua dengan kebahagiaan.
Di saat aku tersedak kehidupan.
Maafkan aku telah berlaku demikian.
Maaf juga telah kecewakan.
Terima kasih atas penerimaan yang tulus.
Aku mencintai kalian hari ini,
Aku mencintai kalian kemudian.
Selalu.

Sabtu, 16 Januari 2016

Cinta itu nyata

perjuangan itu belum selesai meski semuanya nampak akan berakhir, tapi keyakinan ku kan selalu aku jaga biarlah seperti ini dan berjalan sebagaimana mestinya. kini hanya kata-kata yang mampu memenuhi relung hati

mungkin langit itu jauh
tapi tak akan terasa berjarak jika engkau tersenyum menatap ku
langkah ini tertatih
dengan tawa mu semua berlalu begitu saja
jiwa ini rapuh
hanya engkau lah pelengkap raga ku

saat engkau menatap
aku tau itu cinta
meski hanya aku yang merasakannya
tak perlu aku gambarkan rasa itu
karena semua tau itu tak ada

cakrawala menerka
dengan semua tanya yang entah berujung kemana
yakinlah aku akan selalu ada
dengan segala yang aku punya
menanti saat itu tiba
saat dimana engkau akan merasakannya
batapa cinta ini nyata

Selasa, 12 Januari 2016

Andai S K R I P S I semudah Puisi

Pikiran ku mulai dipenuhi dengan gema S K R I P S I. berusaha tenang namun tetap saja gema itu masih terasa nyaring dalam dada. Memutar otak untuk menenangkan pikiran yang mulai tidak bersahabat. Mondar mandir di depan pintu kamar kost namun tak jua kunjung dapat cara agar redam rasa gundah ini. Terdengar musik indah dengan alunan nada yang seirama dengan suasana hatiku. Terngiang nasehat papa waktu libur lebaran tahun lalu "Bang, kalau isi hati mu tak ada yang mampu kau ucapakan dengan kata kata untuk menggambarkan nya maka carilah kertas untuk mencurahkan isi hati mu"

*****

Perlahan lembaran putih yang ada di depan ku terisi dengan kata kata yg entah apa makns nya

Puisi Skripsi
Ku puisikan skripsi
Sebagai referensi puisi
Andai skripsi semudah puisi
Kan ku rangkai skripsi dengan imajinasi hati
Bukan teori sana sini
Kan ku rangkai kata menjadi indah
Bukan menjadi ilmiah
Kan ku puisikan  skripsi dihadapan para penguji
Tanpa memikirkan revisi

Sabtu, 09 Januari 2016


tak ada satu katapun yang mampu menggambarkan betapa berwarnanya hidupku. semoga kita selalu bisa bersama sahabat sahabat ku

Jumat, 08 Januari 2016

Bahagia Dengan Air Mata

ya hari ini hari yang sangat bahagia bagi mereka, aku pun ikut merasakannya hanya saja aku tak mampu mengekspresikan wajah bahagia itu. tentu saja karena dalam hati tak ahanya itu yang sedang ku rasa, ada banyak gejolak rasa yang kini singgah mungkin bukan untuk kali saja. 


aku sangat mengerti keadaan ini, laksana angin laut yang mulai berhembus membawa badai yang entah sampai kapan akan berakhir. bukan hanya sekedar menyiapkan luka namun juga ribuan derai air mata yang akhirnya menyesakan dada. retorika yang dari dulu ku pertahankan luluh tersapu genangan air mata. 


kalau kalian bertanya "apa aku bahagia ?", ya, aku sangat bahagia dengan apa yang kalian rasa, melihat senyum kalian yang seakan menjadikan cambuk agar aku bahagia. raut wajah yang begitu sempurna dengan pakaian serba hitam dan toga yang melekat di kepala. tidak kah kalian lihat air mata bahagia ini? sebagai tanda bahwa aku bahagia. terlebih saat pertanyaan yang kalian lontarkan seolah tak pernah berdosa "kok gak ikutan pakai jubah hitam itu?", tak ada lagi kata yang mampu aku ucapkan untuk menjawab pertanyaan yang klise itu, aku biarkan senyum tertahan menjawab semuanya.