ya hari ini hari yang sangat bahagia bagi mereka, aku pun ikut merasakannya hanya saja aku tak mampu mengekspresikan wajah bahagia itu. tentu saja karena dalam hati tak ahanya itu yang sedang ku rasa, ada banyak gejolak rasa yang kini singgah mungkin bukan untuk kali saja.
aku sangat mengerti keadaan ini, laksana angin laut yang mulai berhembus membawa badai yang entah sampai kapan akan berakhir. bukan hanya sekedar menyiapkan luka namun juga ribuan derai air mata yang akhirnya menyesakan dada. retorika yang dari dulu ku pertahankan luluh tersapu genangan air mata.
kalau kalian bertanya "apa aku bahagia ?", ya, aku sangat bahagia dengan apa yang kalian rasa, melihat senyum kalian yang seakan menjadikan cambuk agar aku bahagia. raut wajah yang begitu sempurna dengan pakaian serba hitam dan toga yang melekat di kepala. tidak kah kalian lihat air mata bahagia ini? sebagai tanda bahwa aku bahagia. terlebih saat pertanyaan yang kalian lontarkan seolah tak pernah berdosa "kok gak ikutan pakai jubah hitam itu?", tak ada lagi kata yang mampu aku ucapkan untuk menjawab pertanyaan yang klise itu, aku biarkan senyum tertahan menjawab semuanya.
semoga bahagianya nular ya ...
BalasHapusAkukan bahagiaa
BalasHapus